Andai ku tak hidup di Lombok..
March 30, 2010 at 3:19 pm | Posted in espanola, late of the night | Leave a commentmungkin pada waktu-waktu ku menulis tulisan ini, aku baru saja pulang beraktivitas rutin (kantor), karena banyak waktu harianku dihabiskan di jalan untuk sebuah ritual bernama macet, atau kalaupun berusaha menghindarinya, pastinya tak lain dan tak bukan tempatku “bertelur” masih juga di kantor. Menghadapi layar komputer yang sudah menjadi partnerku selama 8-9 jam sebelumnya. … (to be continued) ngantuk bro
mantai pangsit..
March 18, 2010 at 6:38 am | Posted in Uncategorized | Leave a commentHari Nyepi 16 Maret 2010 kemarin dihabiskan dengan snorkeling di pantai mangsit, dengan garis pantai yang panjang, pantai ini menawarkan terumbu karang dan koleksi ikan yang tidak terduga-duga, tentu jangan membayangkan sebuah raja ampat atau wakatobi dipindahkan ke pesisir Lombok Barat ini, maklum di Mangsit terumbu karangnya banyak yang lumayan (kalau ga mau dibilang agak parah) rusak, terutama semakin mendekati garis pantai, namun jika kita bergerak lebih menjauhi pantai, terumbu karang yang ada di bibir / ujung karang yg rusak tadi, mulai menunjukkan tanda-tanda “kehidupan”. Dan sekali lagi mohon untuk tidak membayangkan bunaken berpindah ke daerah berkoordinat (kira-kira) 8,28′ lintang selatan dan 116,02′ Bujur Timur ini. Karena banyak pemancing dan (sorry bro) surfer yang menginjak-injak terumbu karang ini karena suatu dan lain alasan.
Dan kemarin pada pukul 14.30 WITA dengan sinar matahari yang cerah, saya menikmati wisata snorkeling murah-meriah ini, dan ga ada alasan untuk mengeluhkan apa yang didapat dari pemandangan bawah air di pantai mangsit ini, karena memang apa yang dilihat (menurut saya) tidak mengecewakan. didepan Pondok Damai, terdapat gugusan karang kecil (sudah pernah saya ceritakan sebelumnya) yang secara mengejutkan memiliki koleksi anemone laut sehat beserta clownfishnya, tapi kemarin entah karena pengaruh matahari atau perairan yang sedang agak keruh anemone-anemone itu (saya harap) kuncup. tentu saya ga mengharapkan seseorang mencuri keindahan yang cuma sedikit itu. kalopun memang ada, terkutuklah orang itu! bergerak ke selatan, dan makin menjauhi pantai, terumbu-terumbu sehat mulai kelihatan, mungkin hal ini dimungkinkan karena para manusia jarang menginjakkan kaki dititik ini, karena perairannya yang mulai agak dalam. karang keras dan lunak pun dapat ditemui disini, dengan koleksi ikan seperti ikan napoleon (kemarin ngeliat versi kecilnya), angel fish, dan banyak jenis ikan lain yang ga saya tahu namanya. Sesekali pecahnya ombak mengganggu (atau malahan memperasik) jalannya snorkeling ini.
Namun sayang, masih ada saja sampah-sampah, terutama plastik, yang ditemui dipantai ini. dan teringat dan terinspirasi oleh bro EDY BAKIN, yang sedang mendedikasikan waktu dan tenaganya untuk membersihkan mangsit, maka ga ada salahnya sambil berwisata, saya juga memunguti sampah-sampah tersebut, yang terdiri dari sebuah plastik bekas minyak goreng ukuran 2 literan,sayang juga kan kalo dibayangkan sebuah terumbu karang yang indah dan ikan-ikan cantik harus berbagi tempat dengan limbah sampah plastik minyak goreng tersebut, yang pada akhirnya saya pergunakan juga sebagai tempat untuk memunguti sampah-sampah plastik lainnya. sayang rasanya keindahan ini harus bercampur dengan sampah.
Tapi untungnya, sampah-sampah itu masih belum “menghabisi” ikan-ikan yang ada, semakin menuju arah selatan (depan Qunci Pool Villa) malah ditemukan banyak ikan beraneka ragam besar dan kecil menggerombol bermain arus dan ombak, yang bahkan manusia seperti saya pun ikut terombang-ambing olehnya. Namun, “prime time” untuk bersnorkeling secara optimal di mangsit tetaplah pada pagi sampai siang hari, bukan menjelang sore, karena cahaya matahari diatas jam 1 siang sudah tidak memberi efek sebagus di pagi hari, jadi pukul 9-12 a.m adalah waktu yang pas untuk kita mampir menikmati pemandangan bawah laut sambil ikut melestarikan keindahan tersebut dengan membantu memungut sampah-sampah plastik di dalam air.
Kesimpulannya, mangsit bukan tempat yang mengecewakan untuk wisata air alternatif jika isi kantong sedang tidak memungkinkan untuk ke gili islands atau gili nanggu.
Ogoh-ogoh Kota Mataram 2010
March 15, 2010 at 6:08 am | Posted in holiday, midday | Leave a commentSenin 15 Maret 2010 ini kota Mataram, seperti tahun-tahun sebelumnya, “berpesta jalanan” dimana, menurut kabar burung, 140 boneka Ogoh-ogoh (beserta kru pengiringnya) turut ambil bagian untuk meramaikan festival religi umat Hindu menjelang perayaan Hari Raya Nyepi 2010 atau Tahun Baru Caka 1932, iring-iringan para replika / simbol kejahatan ini akan diarak sepanjang Jalan Pejanggik Cakranegara Mataram, atau dimulai dari POM Bensin Lampu Merah Monjok, sampai dengan perempatan lampu merah A.A Gde Ngurah. Hal ini menimbulkan suasana kerja setengah hari di kota Mataram, karena para penduduk beserta para pekerja kantoran, khususnya yang berada di jalur yang dilewati oleh pawai ogoh-ogoh ini, lepas tengah hari akan ikut menonton hiruk-pikuk ini. Pada Tahun lalu festival ini dimulai, kurang-lebih, pada pukul 14.00 WITA. sampai dengan tulisan ini dibuat, iring-iringan ogoh-ogoh yang diarak dari setiap sudut kota Mataram mulai membuat lalu lintas macet, karena selain ukurannya yang memang besar, para rombongan ini kadang melakukan manuver-manuver yang tidak jelas (baca : menarik perhatian). Mungkin hal tersebut dilakukan sebagai latihan sebelum turun di medan kontes ogoh-ogoh yang sesungguhnya (di Jl. Pejanggik). Tim Ogoh-ogoh mewakili tiap daerah Mataram, misalnya, Pagesangan, Sindu, Ampenan, namun tidak tertutup kemungkinan tiap daerah tersebut mengirimkan lebih dari 1 tim ogoh-ogoh, karena jumlah 140 tersebut (sejauh ini belum dikonfirmasi kebenarannya) tidak bisa mewakili jumlah daerah Keluarahan atau bahkan sampai tingkat RW di kota Mataram. Penutupan juga banyak terjadi menjelang dimulainya festival ini, sehingga para pengguna jalan harus pintar-pintar memutar otak untuk memilih jalan-jalan tikus untuk bisa sampai di tempat tujuan dengan cepat.
Namun status hari senin sebagai hari kejepit nasional ini, membuat festival ini sebagai penyejuk di hari senin yang sering kali datangnya banyak disesalkan banyak kaum pekerja kantoran, khususnya di kota Mataram ini.
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.